Sabtu, 15 September 2012

Menyikapi Kegagalan

 “Kegagalan adalah satu-satunya kesempatan untuk memulai lagi dengan lebih cerdik.”
Henry Ford (Pendiri Ford Motor Company)

Dalam kehidupan ini, siapapun pasti pernah mengalami yang namanya kegagalan. Sepintar apapun ia, sehebat apapun ia, sekuat apapun ia. Bahkan semua orang hebat yang sukses pun dalam menggapai kesuksesannya berangkat dari serangkaian kegagalan-kegagalan ditambah satu, apa itu? Ya, sikap pantang menyerah. Sikap itulah yang mampu menjadi pemompa motivasi untuk terus berusaha bangkit dan belajar dari kegagalan yang pernah dialami.

Salah satu contoh adalah kisah tentang Seto Mulyadi, atau kerap lebih dikenal dengan sapaan Kak Seto. Setiap orang pasti kenal dengan sosok yang satu ini, bahkan anak-anak pun kiranya lebih mengenalnya.  Ia adalah pemerhati tumbuh kembang anak dan ketua komnas HAM perlindungan anak. Melihat kesuksesannya saat ini apakah Kak Seto tak pernah mengalami kegagalan dalam hidupnya?

Waktu kecil Kak Seto bercita-cita menjadi dokter, akan tetapi kandas, ia tidak diterima di fakultas kedokteran. Sekalipun ia sudah mendaftar di FK Unair dan FK UI dua-duanya gagal. Padahal saudara kembarnya Kresno diterima di Fakultas Kedokteran dan kakaknya Ma’ruf diterima di Akabri. Kak Seto kecil sangat kecewa. Ia pun berangkat merantau ke jakarta tanpa pamit, hanya meninggalkan surat kepada ibunya. Di Jakarta ia memulai dari bawah, pernah ia menjadi seorang tukang batu, tukang semir sepatu. Suatu ketika, ia menonton acara yang diasuh Bu Kasur di TVRI, karena tertarik maka ia mencari rumah Bu Kasur dengan niat berguru.  Singkat cerita, ia pun berhasil menemui Bu Kasur dan karena ketekunannya sampai akhirnya ia menjadi asisten pak kasur. Atas saran Pak Kasur pula ia pun masuk Fakultas Psikologi. Karirnya pun semakin melesat ketika ia mengasuh acara Aneka Ria taman kanak-kanak di TVRI. Dan sekarang, siapa yang tidak kenal Kak Seto? Ia dikenal sebagai tokoh pemerhati anak yang disegani, ketua komnas HAM perlindungan anak, dan doktor bidang psikologi. 

Dari kisah Kak Seto di atas menggambarkan bahwa kegagalan bukanlah merupakan keburukan, justru sebaliknya jika bisa disikapi dengan positif maka kagagalan tersebut bisa menjadi kekuatan untuk “merangkai” kehidupan menjadi lebih baik. Sebagaimana kata Henry Ford (Pendiri Ford Motor Company), bahwa “kegagalan adalah satu-satunya kesempatan untuk memulai lagi dengan lebih cerdik.” Benar sekali kegagalan bisa memberikan kesempatan seseorang untuk belajar dari kesalahan-kesalahan yang menyebabkan kegagalan tersebut. 

Kegagalan bisa menjadi “sekolah” terbaik bagi siapa saja yang menginginkan buah kesuksesan yang langgeng. Karena jika seseorang sukses tanpa melalui proses kegagalan, bisa jadi suatu ketika dalam perjalanan karirnya mengalami sebuah kegagalan maka akan mudah runtuh segala kesuksesan karir yang telah diperolehnya. Karena mental yang kuat sangat mempengaruhi seseorang dalam mengambil sikap dalam menghadapi berbagai kesulitan. 

Kegagalan bisa terjadi pada diri sesorang dalam berbagai aspek kehidupan. Entah itu gagal dalam pekerjaan, sekolah, maupun dalam upaya menggapai cita-cita kegagalan sudah pasti akan menghiasi perjalanan menuju tangga kesuksesan. Perbedaaan satu orang dengan yang lainnya adalah dalam menyikapi kegagalan yang dialami. Apakah akan menyerah hanya karena satu kegagalan saja, atau masih mau berusaha untuk bangkit meraih apa yang diinginkan.

Sebagai seorang muslim yang beriman tentunya kita yakin akan pertolongan Allah, di setiap kesulitan pasti ada kemudahan setelahnya sebagaimana firman Allah :
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”  (Qs. al Insyirah: 5-6)
Jika kita berpikir bahwa kegagalan adalah sebuah merupakan salah satu bentuk dari kesulitan, maka kita tidak akan risau karena kita yakin akan janji Allah bahwa sesudah kesulitan pasti ada kemudahan sebagaimana tertulis dalam ayat di atas. Hal yang perlu dilakukan adalah melakukan ikhtiar yang terbaik dan terus berusaha serta melengkapi dengan do’a. Setelah itu bertawakal, menyerahkan hasilnya kepada Allah. Selalu berbaik sangka kepada-Nya dan yakin bahwa Dia akan memberikan yang terbaik bagi umat-Nya yang tidak mudah putus asa. Itulah salah satu di antara sikap yang perlu dilakukan dalam menyikapi kagagalan adalah dengan terus berusaha dan pantang menyerah atau tidak mudah putus asa.

Sikap lain yang diperlukan dalam menyikapi kegagalan adalan sikap sabar. Berbicara tentang sabar memang mudah apalagi sekedar menyuruh orang lain untuk sabar. Meski dalam prakteknya terkadang masih terasa sulit untuk diterapkan terutama ketika menghadapi kesulitan termasuk kegagalan. Namun bukan berarti tidak bisa diterapkan sama sekali, jika sikap sabar ini dilatih secara bertahap bukan tidak mungkin akan menjadi karakter dalam diri seseorang. Kuncinya adalah berlatih sabar, termasuk dalam menghadapi kegagalan dalam hidup.

Ada pepatah yang mengatakan bahwa kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Jadi jangan pernah takut gagal dalam hidup. Namun, patut diingat ketika kesuksesan telah terengkuh jangan pernah lupa bersyukur, pun ketika menuai kegagalan dalam perjalanan menuju sukses jangan pernah mudah putus asa. Lebih baik berani memulai dan gagal namun bertambah maju daripada takut memulai dan tidak mendapatkan apapun. Sikapilah sebuah kegagalan dengan pikiran yang positif. Gagal bukanlah akhir dari segalanya, namun awal dari segalanya.

Gagal, siapa takut?

***

Sobat blogger juga bisa membaca pengalaman saya ketika bangkit dari kegagalan, satu pengalaman ketika saya masih kuliah strata satu di salah satu kampus di Surabaya. Pada waktu akhir kuliah, mengejar kelulusan tepat waktu terkendala masalah judul yang tak kunjung di acc dosen. Baca selengkapnya di http://novanbagusfirmansyah.blogspot.com/2011/06/mengejar-skripsi.html

1 komentar:

  1. salam sukses gan, bagi2 motivasi .,
    nikmatilah hidupmu agar kamu tidak merasa bosan dalam setiap keadaan.,.
    ditunggu kunjungan baliknya gan .,.

    BalasHapus